Mata Perih? Sulit untuk Fokus Melihat? Kucek atau Jangan tuh?!?!

Oleh : Nathaniel Jason Zacharia

Sering kali, permasalahan iritasi mata dianggap sebagai suatu hal sepele di kalangan masyarakat Indonesia. Tak dipungkiri, ketika kelilipan, gatal, atau terkena sesuatu, masyarakat pada umumnya akan melakukan refleks mengucek mata dengan tujuan menghilangkan rasa tidak nyaman tersebut. Namun, pertanyaan yang muncul sebenarnya apakah dengan melakukan penanganan tersebut akan meredakan atau malah memperparah kondisi mata kita? Mari kita ketahui lebih lanjut berbagai kemungkinan cedera yang bisa dialami oleh manusia diantaranya seperti benda asing yang menempel pada permukaan mata, trauma tumpul yang mengkibatkan kerusakan berat jaringan mata, trauma tembus yang bisa tertinggal dalam mata, dan trauma kimia yang menyebabkan kerusakan fungsional.

Gambar 1. Mata mengalami hematom (pendarahan)

Sebenernya apasih Trauma Mata itu??

Trauma mata merupakan suatu kondisi dimana terdapat perlukaan mata yang disebabkan oleh berbagai macam kegiatan yang kita lakukan. Trauma mata sendiri tergolong sebagai kasus gawat darurat karena dapat menimbulkan perlukaan berat hingga kebutaan ketika tidak segera ditangani oleh penderita. Banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menyebabkan trauma mata mulai dari peralatan rumah tangga, pekerjaan profesi yang dilakukan, kecelakaan berlalu lintas, dan banyak kejadian lainnya.

 

Cara tau trauma mata gimana ya??

Kerap kali, masyarakat awam menganggap sepele berbagai tanda dan gejala dari trauma mata. Padahal apabila tidak ditangani dengan cepat dan benar, bisa menyebabkan kebutaan bagi penderita. Beberapa gejala yang sering kali dianggap remeh seperti menurunnnya kemampuan penglihatan mata, hal ini selalu dianggap sepele karena dianggap tidak memiliki dampak yang signifikan. Sebagai masyarakat awam sebenarnya kita dapat mengetahui lebih awal tanda-tanda trauma mata diantaranya dengan,

  • melihat bentuk dan letak mata secara keseluruhan (alis, bulu mata, bola mata, dan area sekitar mata)
  • melihat adanya garis sobekkan pada permukaan mata
  • melihat ada tidaknya dari cairan mata yang berlebihan ataupun tampak kaca pada mata.

Sebenarnya ketika manusia awam ingin melakukan pengecekkan dapat dilakukan dengan mudah yaitu membandingkan antara mata kanan dan mata kiri yang mereka miliki, walaupun memang cara ini belum tentu selalu berhasil karena tidak tertutup kemungkinan trauma mata dialami bersamaan kedua mata. Sehingga ketika kita merasakan rasa tidak nyaman pada mata kita yang berlangsung sekitar 2-3 hari dan tidak berangsur membaik segera periksakan ke dokter agar tidak memperparah kondisi kerusakan yang dialami. Sedangkan terdapat beberapa hal yang tidak dianjurkan seperti tidak boleh mengucek mata karena bisa membuat benda asing tersebut semakin masuk ke dalam mata kita dan pada saat mengucek bisa merusak jaringan mata karena terlalu kasar.

 

Jadi kalo trauma mata harus langsung ke dokter??

Eitsss, tunggu dulu tidak selamanya penanganan yang dilakukan hanya dapat dikerjakan oleh dokter. Memang dokter merupakan tenaga kesehatan ahli yang dapat membantu kita, akan tetapi kita dapat berusaha memberikan tanggapan pertama ketika kita mengalami berbagai jenis trauma. Hal paling mudah dan efektif yang kita lakukan ketika merasakan kelilipan ataupun gatal pada mata dengan melakukan bilas pada mata itu sendiri menggunakan air mengalir hingga tidak dirasakan masih adanya benda yang tertinggal. Selain itu, apabila kita mengalami trauma benda tumpul yang menyebabkan pembengkakan pada daerah mata kita dapat kita lakukan kompress es yang dilapisi dengan handuk agar pendarahan cepat berhenti. Ketika mata kita terciprat cairan kimia baik itu cairan asam (Pemutih Kertas, Pewarna, Pembersih Lantai) ataupun basa (Sabun Mandi, Sabun Deterjen, Obat Nyeri Lambung) segera lakukan bilas mata menggunakan air bersih (air minum) hingga seluruh cairan tersebut keluar dari mata dan mata tidak terasa perih lagi.

Segala jenis trauma lain selain penanggulangan diatas, disarankan langsung memeriksakan diri ke dokter agar mencegah berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan oleh korban yang dapat menganggu fungsi penglihatan bahkan hingga menimbulkan kebutaan.

 

Emang kalo ga periksa ke dokter bakal bahaya banget??

Dengan pergi ke dokter dan melakukan pengecekkan yang lebih mendalam kita akan benar-benar mengetahui kondisi mata kita yang sebenarnya. Pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan hanyalah merupakan tindakan preventif agar tidak mengalami berbagai komplikasi berikut,

  • terjadinya penimbunan darah pada kelopak mata, kornea, pupil, dan bagian mata lainnya.
  • Adanya fraktur pada tulang cranium (Patah tulang tengkorak)
  • Hematoma kacamata (pecahnya pembuluh darah mata yang menganggu penglihatan)
  • Edema kornea à menyebabkan penglihatan menjadi kabur tidak dapat fokus.
  • Kemampuan penglihatan kurang hingga kebutaan
  • Berbagai jenis kelainan lainnya.

Algoritma 1. Trauma Mata dan Gejala yang ditimbulkan.

 

Referensi :
  1. Nunu, N. (2017). TRAUMA MATA. [online] Academia.edu. Available at: https://www.academia.edu/11190853/TRAUMA_MATA [Accessed 10 Dec. 2017].
  2. info. (2017). Eye Trauma | Doctor. [online] Available at: https://patient.info/doctor/eye-injuries [Accessed 10 Dec. 2017].
  3. Osman, E. and Al-Akeely, A. (2014). Luxation of Eye ball following trauma: Novel simple treatment. Indian Journal of Ophthalmology, 62(7), p.812.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *