Terkena Asam Urat? Apa yang harus dilakukan?

Ditulis oleh: Atika Mahira Yanfaunnas

Terkena penyakit asam urat menjadi salah satu kejadian yang paling ditakuti dan dihindari oleh semua orang, terutama pada kaum lanjut usia. Namun apakah semua sudah mengetahui mengapa penyakit tersebut dikatakan penyakit asam urat?

Disebut sebagai Gout atau Gout Arthritis atau, bisa juga dalam bahasa Indonesia yang sering dikenal dengan Encok dan juga Asam Urat. Penyakit Gout Arthritis umumnya terjadi di daerah persendian yang disebabkan adanya penumpukan asam urat yang berlebihan di dalam tubuh yang akhirnya tumbuhnya kristal-kristal asam urat. Penumpukan ini dapat menyebabkan rasa nyeri hebat di daerah persendian tubuh. Selain itu, asam urat juga bisa dikarenakan adanya konsumsi kadar purin yang tinggi. Purin merupakan salah satu senyawa basa organik dan termasuk dalam kelompok asam amino yang menyusun protein. Asam urat merupakan sisa metabolisme Purin, saat fungsi eksresi ginjal menurun, maka asam urat tidak tersaring. Hal ini membuat asam urat terakumulasi dalam tubuh.

 

Asam urat dapat diawali dengan, seperti yang sudah dikatakan diatas, adanya gejala nyeri hebat di daerah persendian. Daerah persendian yang umunya sering terkena ialah di pergelangan kaki, lutut, siku, jari kaki dan tangan, dan juga pergelangan tangan. Nyeri ini umumnya diikuti dengan bengkak, kemerahan, serta dapat terasa sensasi panas di daerah tersebut. Rasa nyeri ini umumnya akan hilang selama beberapa jam atau beberapa hari. Pada kasus langka, rasa nyeri ini baru hilang pada beberapa minggu.

Apakah asam urat dapat menyerang siapa saja?

Tentunya beberapa penyakit memiliki faktor risikonya masing-masing dan dapat menyerang siapa saja, hal ini juga terjadi pada penyakit asam urat. Faktor-faktor yang lebih rentan terkena ialah

  • Keluarga memiliki riwayat penyakit asam urat
    • Jika dari orang tua memiliki penyakit asam urat, maka keturunannya memiliki faktor risiko terkena penyakit ini sebanyak 20%
  • Obesitas
  • Penyakit ginjal
  • Tekanan darah tinggi
  • Beberapa obat diuretik
  • Konsumsi alkohol secara berlebihan
  • Konsumsi kandungan purin dan protein tinggi

Selain itu, penyakit asam urat lebih umum terjadi pada laki-laki berumur 40 hingga 50 tahun. Sedangkan pada wanita, terjadi setelah menopause.

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit asam urat?

Saat nyeri datang menyerang, umumnya ada yang tidak mengira bahwa ini merupakan penyakit asam urat, dikarenakan penyakit lain sendi lain juga memiliki gejala yang sama dengan asam urat. Salah satu pengecekan yang paling umum dan mudah dilakukan ialah dengan alat test darah. Pengecekan dengan alat test darah dapat melihat kandungan asam urat di dalam tubuh kita. Normalnya pada laki-laki, asam urat berada di bawah angka 7,6, sedangkan perempuan di bawah angka 6,4.

Ada 2 hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi asam urat.

Yang pertama dengan mencegah terjadinya asam urat dan yang kedua dengan memberikan penanganan saat asam urat tersebut datang menyerang.

  1. Mencegah datangnya asam urat
  • Hal yang bisa dilakukan ialah dengan menjauhi makanan yang mengandung purin dan protein yang tinggi. Contoh dari makanan-makanan tersebut antara lain ialah:
    • Sayur-sayuran hijau
    • Emping
    • Kacang-kacangan
    • Melinjo
    • Daging kambing
    • Jeroan
    • Sarden
    • Jamur
    • Kepiting, dan lainnya.
  • Hindari konsumsi alkohol karena alkohol dan juga softdrink dapat mengganggu metabolisme purin. Hal ini akan membuat pembuangan asam urat melalui urin berkurang.
  • Jika mengonsumsi obat yang berisiko terkena asam urat, maka dapat langsung konsultasi dengan dokter yang bersangkutan.
  • Periksalah tekanan darah secara rutin. Hal ini berkaitan dengan faktor risiko penyakit asam urat.
  1. Mengatasi datangnya penyakit asam urat.

Saat asam urat datang, jika memungkinkan, angkat daerah persendian tersebut hingga berada di posisi di atas jantung dengan diberikan ganjalan seperti bantal. Hal ini bertujuan untuk menurunkan pembengkakan yang terjadi dengan mengurangi aliran darah menuju ke daerah persendian tersebut.

Pemberian es juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri yang ada.

  • Balut es dengan handuk atau bisa juga dengan ice pack untuk menghindari kontak es secara langsung dengan kulit.
  • Kompres dengan es selama 20 menit dan hentikan.
  • Ulangi kembali kompresi, namun sebelum diulangi pastikan bahwa temperatur pada bagian yang dikompresi sudah kembali normal.

Pemberian obat anti-nyeri juga dapat dilakukan untuk mengurasi rasa nyeri tersebut. Obat anti-nyeri yang dipilih umumnya akan diberikan oleh dokter.

Terakhir, periksalah kepada dokter agar diberikan penanganan yang tepat.

Referensi:

  1. Evelina, Siregar N. Infeksi dan inflamasi pada tulang dan sendi – Kelainan degeneratif pada tulang dan sendi [kuliah]. Depok; Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: 2017.
  2. Bradford A. Gout: causes, symptoms, and treatment [internet]. Ogtan; Live Science; 2017 [cited 2017 Oktober 26; edited 2017 Mei 2]. Available from: https://www.livescience.com/34729-gout-causes-symptoms-treatment.html.
  3. Tidy C. Gout [internet]. Leeds: Patient; 2017 [cited 2017 Oktober 26; edited 2017 Januari 24]. Available from: https://patient.info/health/gout-leaflet.
  4. Robinson J. Gout pictures slideshow: causes, symptoms, and treatments of gout [internet]. New York City: WebMD; 2016 [cited 2017 Oktober 26; edited 2016 Februari 3]. Available from: https://www.webmd.com/arthritis/ss/slideshow-gout.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *