Kenali Asma dan Penanganannya

Ditulis oleh: Nabila Naura Vathania

Asma merupakan salah satu masalah kesehatan kronis yang paling banyak diderita oleh masyarakat, baik dewasa maupun anak-anak. Tingkat prevalensi asma di dunia masih sangat tinggi. Menurut WHO, lima penyakit paru utama merupakan 17,4% dari seluruh kematian di dunia, dengan asma sebanyak 0,3%. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2013, masih terdapat delapan belas provinsi dengan prevalensi asma yang melebihi angka nasional. Pada tahun 2016, asma berada di urutan sebelas sebagai penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian. Padahal, kematian karena asma ini dapat dicegah. Maka dari itu, penting bagi masyarakat awam untuk mengetahui lebih lanjut mengenai asma dan tata laksananya.

Asma merupakan gangguan pernapasan yang terjadi ketika saluran pernapasan meradang dan bereaksi sensitif terhadap zat yang memicunya, seperti alergen, yaitu debu, rambut hewan, atau serbuk sari, asap rokok, gas, udara yang dingin, infeksi pernapasan, atau aktivitas fisik. Hal ini menyebabkan saluran pernapasan menyempit dan pada umumnya menyebabkan gejala, seperti batuk dan sesak napas.

Penyebab asma belum diketahui secara jelas, walaupun risiko asma meningkat ketika terdapat hubungan darah yang dekat dengan keluarga yang menderita asma. Risiko asma juga dibuktikan meningkat dengan adanya paparan asap rokok berlebih, obesitas, dan paparan zat kimia. Asma tidak dapat diobati, tetapi gejalanya dapat dikontrol. Bagi penderita asma, penting untuk berkonsultasi dengan dokter terkait dengan kontrol aktivitas yang dapat menyebabkan gejala asma.

Penderita juga sebaiknya menjauhi seluruh pemicu asma, seperti serbuk sari dan polusi udara, misalnya. Untuk menghindari pemicu ini, sebaiknya penderita mengurangi waktu yang dihabiskan di luar ruangan sehingga mengurangi paparan terhadap pemicu ini. Namun, walaupun aktivitas fisik dapat menjadi salah satu pemicu asma, aktivitas fisik tidak boleh dihindari. Penderita dapat berkonsultasi dengan dokter untuk menyesuaikan jenis aktivitas fisik yang baik baginya. Selain itu, penderita juga harus mengkonsumsi obat-obatan yang disarankan oleh dokter untuk mengurangi gejalanya. Efektivitas dari kontrol gejala asma ini perlu dipantau secara berkala.

Karena serangan asma dapat muncul kapanpun, bagaimana jika serangan ini terjadi pada Anda secara tiba-tiba? Hal yang harus dilakukan:

  1. Duduk dan tenang

Duduk dan atur pernapasan Anda secara tenang dan teratur. Jangan panik karena panik hanya dapat memperparah kondisi Anda.

  1. Ambil inhaler

Semprot reliever inhaler sebanyak satu kali setiap 30-60 detik dengan semprotan paling banyak sebanyak sepuluh kali. Cara memakai inhaler:

  • Lepaskan tutup inhaler dan kocok
  • Hembuskan nafas Anda
  • Tarik nafas sambil memencet inhaler Anda
  • Tahan nafas Anda selama sepuluh detik
  • Perlahan, hembuskan kembali nafas Anda

Gambar 1. Cara memakai inhaler.

 

  1. Hubungi ambulans

Jika Anda tidak memiliki inhaler atau merasa gejala memburuk setelah menggunakan sepuluh kali semprotan inhaler, segera hubungi ambulans. Jika ambulans belum datang sampai 15 menit, segera ulangi tahap kedua.

Selain itu, sebagai penderita asma, penting bagi Anda untuk memberitahukan kondisi Anda ke keluarga dan teman terdekat sehingga mereka mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika Anda mengalami serangan asma.

 

Referensi:

  1. National Heart, Lung, and Blood Institute. What is asthma? [Internet]. Maryland: National Institutes of Health; 2014 [updated 2014 Aug 4; cited 2017 Oct 12]. Available from: https://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/asthma/
  2. National Heart, Lung, and Blood Institute. How is asthma treated and controlled? [Internet]. Maryland: National Institutes of Health; 2014 [updated 2014 Aug 4; cited 2017 Oct 12]. Available from: https://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/asthma/treatment
  3. NHS choices. Asthma [Internet]. London: National Health Services; 2016 [updated 2016 Sep 12; cited 2017 Oct 12 ]. Available from: http://www.nhs.uk/conditions/Asthma/Pages/Introduction.aspx
  4. NHS choices. Asthma attack: what to do [Internet]. London: National Health Services; 2016 [updated 2016 Sep 6; cited 2017 Oct 12 ]. Available from: http://www.nhs.uk/Livewell/asthma/Pages/Asthmaattacks.aspx
  5. Institute for Health Metrics and Evaluation. Indonesia [Internet]. Seattle: University of Washington; 2016 [updated 2017; cited 2017 Oct 15]. Available from: http://www.healthdata.org/indonesia
  6. Saint Luke’s Health System. Discharge instructions: using a metered-dose inhaler [Internet]. Missouri: Saint Luke’s Hospital; 2015 [updated 2015; cited 2017 Oct 15]. Available from: https://www.saintlukeshealthsystem.org/health-library/discharge-instructions-using-metered-dose-inhaler

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *