Menjumpai kondisi henti jantung? Berikan pertolongan pertama yang tepat!

Ditulis oleh: Jonathan Grantomo

Untuk dapat tetap hidup, sel dalam tubuh kita membutuhkan oksigen. Dalam tubuh manusia, oksigen berada di dalam darah yang dipompa ke seluruh tubuh oleh jantung. Henti jantung adalah hilangnya fungsi jantung secara tiba – tiba yang dapat disebabkan gangguan aliran listrik jantung sehingga jantung berdetak secara tidak normal atau tidak berdetak. Hal ini menyebabkan oksigen tidak dapat dihantarkan ke seluruh tubuh sehingga dapat menyebabkan kematian. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian pertama di dunia dengan estimasi 17,3 juta kematian setiap tahunnya. Bantuan hidup dasar atau yang biasa disingkat BHD adalah prosedur pertolongan pertama pada orang dengan henti jantung. Jika tidak dilakukan bantuan hidup dasar, maka kemungkinan orang dengan henti jantung untuk dapat selamat berkurang 7-10% setiap menitnya.

Upaya penanganan henti jantung ini sering dikenal dengan istilah rantai keselamatan yang terdiri dari 5 tahap yang digambarkan berbentuk rantai. Bantuan hidup dasar terdiri dari tiga tahap pertama dalam rantai keselamatan ini dan dapat dijalankan oleh semua orang.

Gambar: Rantai keselamatan

1. Deteksi dini dan aktivasi sistem pelayanan gawat darurat terpadu (SPGDT)

Gejala dari henti jantung adalah tidak sadarkan diri yang disertai oleh tidak bernapas atau bernapas tidak normal (megap – megap). Jika menemukan kejadian seperti ini, kita harus segera mencurigai henti jantung. Segera amankan diri, korban, dan lingkungan terlebih dahulu. Amankan diri dapat dilakukan dengan menggunakan sarung tangan atau masker. Amankan korban dengan membuat korban dapat posisi tidur di tempat yang beralas keras, rata, dan tidak berbahaya. Jangan lupa untuk memperkenalkan diri kepada lingkungan di sekitar korban. Setelah itu, segera cek kesadaran korban dengan melakukan tepukan pada pundak korban dan dengan suara yang sedikit keras memanggil korban seperti, “Pak.. Pak bangun pak!!” Jika korban tidak sadar, segera lakukan aktivasi sistem pelayanan gawat darurat terpadu (SPGDT) ambulans atau RS terdekat. Jangan lupa untuk menyampaikan nama dan lokasi kejadian, identitas singkat korban, kasus yang ditemui, apa yang akan kita lakukan, bantuan yang kita perlukan, dan nomor telepon yang dapat dihubungi.

2. Pemberian resusitasi jantung paru (RJP)

Jantung terletak di tengah dada, di antara tulang dada dan tulang punggung. Oleh karena itu, resusitasi jantung paru dilakukan di tengah tulang dada korban. Penolong berada dalam posisi berlutut, dengan posisi lengan tegak lurus posisi korban. Penolong meletakkan pangkal telapak tangan di tengah dada korban dan meletakkan tangan yang lain di atas tangan yang pertama dengan jari-jari saling mengunci dan lengan tetap lurus.
Untuk awam, pemberian napas buatan tidak direkomendasikan untuk dilakukan sehingga dapat dilakukan pompa dada. Penekanan dada dilakukan dengan prinsip

a. Tekan cepat
Penekanan dilakukan dengan kecepatan 100-120 kali per menit
b. Tekan kuat
Penekanan dilakukan dengan kedalaman 5-6 cm
c. Pengembangan dada sempurna
Setelah dilakukan penekanan, dada harus dibiarkan mengembang kembali secara sempurna sebelum melakukan penekanan selanjutnya.
d. Interupsi minimal
Penolong harus terus melakukan penekanan pada dada. Jika diperlukan, penolong dapat menghentikan penekanan pada dada maksimal selama 10 detik untuk hal yang benar – benar penting, misalnya seperti analisis irama saat menggunakan alat kejut jantung otomatis.

 


Gambar: Posisi melakukan resusitasi jantung paru

3.Defibrilasi dengan menggunakan automated electronic defibrilator (AED)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, henti jantung disebabkan adanya gangguan aliran listrik jantung. Oleh karena itu, perlu dilakukan kejut jantung pada korban henti jantung sehingga aliran listrik jantung dapat kembali normal. Alat yang disebut automated electronic defibrillator atau yang biasa disingkat AED merupakan alat kejut jantung yang dapat dioperasikan oleh awam. Alat ini kehadirannya memang belum merata di semua tempat di Indonesia, namun dapat ditemukan terutama di bandara dan kantor-kantor kesehatan. Jika alat ini tersedia, segera ambil dan pakai alat ini. Nyalakan AED dan tempel pad AED sesuai lokasi pada dada pasien. Setelah itu, ikuti perintah yang muncul dari alat AED ini. Alat ini akan melakukan analisis irama jantung korban dan melakukan kejut jantung jika dibutuhkan.

Setelah mengetahui bagaimana cara melakukan bantuan hidup dasar, kita harus mengetahui kapan harus berhenti melakukannya. Pertolongan dapat diberikan jika terdapat kelelahan penolong, kembalinya kesadaran atau pernapasan korban, kematian korban (timbul tanda kematian seperti kaku mayat atau lebam mayat), dan datangnya penolong yang lebih ahli. Jika korban sadar, maka dapat dilakukan posisi pemulihan pada korban yang ditujukan agar lidah korban tidak menyumbat jalur napas korban. Posisi pemulihan dapat dilakukan dengan memposisikan pasien sesuai gambar di bawah ini.

Gambar: Posisi pemulihan

Kesimpulannya, kematian karena henti jantung dapat terjadi dalam beberapa menit saja sehingga membutuhkan pertolongan pertama secara cepat. Pertolongan pertama pada kasus henti jantung disebut sebagai Bantuan Hidup Dasar dan dapat dilakukan oleh semua orang. Dengan melakukan Bantuan Hidup Dasar, kita bisa menyelamatkan nyawa seseorang.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

___
Sumber
1. American Heart Association. Adult basic life support and cardiopulmonary resuscitation quality [internet]. 2015[updated 2015 Oct 14; cited 2017 Apr 21]. Available from: http://circ.ahajournals.org/content/132/18_suppl_2/S414
2. American Heart Association. About cardiac arrest [internet]. [updated 2017 Mar; cited 2017 Apr 21]. Available from: http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/More/CardiacArrest/About-Cardiac-Arrest_UCM_307905_Article.jsp#.WPs0soiGNPY
3. American Heart Association. AHA releases 2015 heart and stroke statistics [internet]. 2014 [updated 2014 Dec 30; cited 2017 Apr 21]. Available from: http://www.sca-aware.org/sca-news/aha-releases-2015-heart-and-stroke-statistics

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *