Digigit Ular Berbisa? Bisa Sembuh kok Kalau Penanganannya Benar!

Ditulis Oleh: Azhar Farisyabdi Kurniawan

A: Eh ada apa tuh kok semak-semaknya gerak? Deketin ah.

*sssssss…*

A: Aduh tolong aku digigit ular! Cepet telfon dokter!

B: Tenang kawan, aku tahu cara menanganinya.

Mimpi buruk bagi seorang pendaki gunung ketika sedang menikmati indahnya alam di hari yang cerah, mendaki gunung serta menuruni bukit yang indah, menyatu dengan alam, tiba – tiba ada ular yang muncul mendekat lalu menyerang anda. Kalau dihadapi dengan situasi seperti ini, Anda harus tau cara menangani luka akibat gigitan ular dengan baik dan benar. Gigitan ular memang dapat berakibat fatal, namun jika ditangani dengan benar bisa ular yang paling ganas pun dapat diatasi. Penting bagi kita untuk tahu bahaya gigitan ular dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mencegah terjadinya serangan ular yang berbahaya.

Memahami ular dan gigitannya

Sebelum mengetahui cara menangani gigitan ular, Anda perlu mengetahui jenis-jenis ular dan gigitannya. Berikut gambar perbandingan ular berbisa dan tidak berbisa beserta penjelasannya.

bisa-ular

  • Ular berbisa memproduksi bisa, ular tak berbisa tidak,
  • Ular berbisa memiliki taring untuk menyuntikkan bisa ke mangsa, sedangkan ular tak berbisa tidak memiliki taring tersebut,
  • Ular berbisa kebanyakan memiliki kepala berbentuk segitiga, sedangkan ular tak berbisa memiliki kepala bulat,
  • Ular berbisa memiliki bentuk pupil mata elips sementara ular tak berbisa memiliki pupil bulat,
  • Lubang hidung ular berbisa cenderung lebih besar dibandingkan ular tak berbisa,
  • Bekas gigitan ular berbisa berbentuk satu atau dua tusukan pada kulit korban, sedangkan gigitan ular tak berbisa berbentuk banyak tusukan akibat deretan gigi pada rahang atas.

Penting! Karena kadang ditemukan juga ular berbisa dengan ciri-ciri seperti ular tak berbisa dan sebaliknya, maka anggaplah semua ular berbisa

 

Pertolongan pertama tergigit ular

Pertolongan pertama apabila Anda menemukan seseorang tergigit ular adalah sebagai berikut:

  • Jangan panik, tenangkan diri dan korban
  • Jauhkan korban dari ular karena ular terkenal dapat menggigit lebih dari satu kali
  • Pastikan korban dalam kondisi istirahat, segala bentuk aktivitas dapat meningkatkan penyerapan racun pada tubuh
  • Cuci bagian yang tergigit dengan air dan sabun
  • Lepaskan atau gulung segala aksesoris dan bagian dari pakaian korban yang mungkin dapat mengganggu sirkulasi (cincin, jam tangan, baju ketat, dll)
  • Jika tidak terdapat reaksi atau gejala yang timbul dari korban, langsung tuntun korban untuk berjalan ke segala jenis transportasi yang dapat mengantarkan ke rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan terdekat
  • Stabilkan bagian ekstremitas (tangan atau kaki) yang tergigit dari gerakan berlebihan, dapat digunakan sling dan bidai layaknya korban patah tulang
  • Rendahkan tangan atau kaki korban lebih rendah dari jantung
  • Ikat tangan atau kaki korban pada bagian yang mendekati tubuh (contoh gigitan pada lengan bawah, ikat pada siku) untuk mencegah penyebaran racun dari bisa ular
  • Jika bantuan medis belum juga datang, evakuasi korban ke tempat pelayanan kesehatan terdekat secepatnya, karena anti racun paling efektif bekerja pada tubuh di waktu 4 jam setelah tergigit ular.

 

Berikut hal yang harus di hindari pada pertolongan tergigit ular:

  • Not too tight, karena dapat mengakibatkan kerusakan serius pada jaringan
  • No cooling, karena pendinginan tidak mematikan racun dan dapat memicu frostbite
  • No incision, karena dapat merusak pembuluh darah dan syaraf
  • No sucking, mulut Anda penuh dengan bakteri sehingga dapat menginfeksi luka
  • No waiting, lakukan pertolongan pertama dengan cepat, setelah selesai jangan menunggu bantuan datang dan langsung evakuasi korban secepatnya

 

Jadi, setelah mengetahui tata cara penanganan gigitan ular yang baik dan benar, diharapkan melakukan perjalanan ke alam bebas bukan merupakan suatu yang menyeramkan lagi bagi Anda. Segala jenis gigitan ular dapat disembuhkan apabila Anda melakukan hal-hal dan menerapkan prinsip-prinsip yang tertera pada artikel ini. Jadi jangan takut, tetaplah buat rencana Anda untuk mendaki gunung, berkemah, menikmati alam bebas dengan pemandangan yang ada. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi Anda yang suka menjelajah alam. Never stop exploring!

 


 

Referensi:

  1. Backer H, Thygerson S, et al. Wilderness First Aid: Emergency Care in Remote Locations. 4th ed. Burlington, Massachusetts: Jones & Bartlett Learning; 2015.
  2. Auerbach P. Medicine for the Outdoors: The Essential Guide to First Aid and Medical Emergencies, Sixth Edition. Philadelphia, Pennsylvania: Elsevier; 2016.
  3. Dvorchak G. The Pocket First-Aid Field Guide. New York: Skyhorse Publishing, Inc.; 2010.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *