Jangan Olesi Pasta Gigi pada Luka Bakar!

Ditulis Oleh : Antoniella Debora S

Pernahkah kamu atau orang di sekitarmu mengalami luka bakar? Terkena air panas atau puntung rokok, misalnya? Apa yang kamu lakukan? Mengolesinya dengan pasta gigi kah? Ternyata, cara tersebut bukan penanganan yang tepat.

Banyak orang yang menangani luka bakar dengan pasta gigi karena sensasi mint atau dingin pasta gigi dianggap membantu menyejukkan area yang terkena panas. Namun, metode ini justru meningkatkan risiko terkena infeksi lebih lanjut karena pasta gigi mengandung bahan kimia berbahaya di dalamnya seperti peppermint dan kalsium.

Jadi, bagaimana cara menangani luka bakar yang benar? Yuk, kita simak penjelasan di bawah ini!

Pertama, kita harus mengetahui terlebih dahulu definisi dari luka bakar. Menurut World Health Organization, luka bakar atau burns merupakan luka atau kerusakan jaringan yang terjadi pada kulit atau jaringan lainnya yang sebabkan oleh panas atau karena radiasi, tersengat listrik, atau kontak dengan bahan kimia. Luka bakar dapat diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan kedalaman jaringan yang terkena, yakni:

  1. Luka bakar derajat I

Pada tingkat ini, luka bakar hanya terjadi di area epidermis kulit dan terdapat sunburn. Luka ini biasa terjadi karena paparan dari sinar matahari dalam intensitas dan durasi tertentu sehingga korban merasakan nyeri. Luka bakar ini menimbulkan warna kemerahan pada kulit dan merupakan jenis yang paling ringan di mana korban bisa sembuh dalam waktu beberapa hari saja.

  1. Luka bakar derajat II

Luka bakar derajat II menyebabkan kerusakan mencapai bagian dermis kulit. Pada keadaan yang lebih ringan dari derajat ini, terkadang muncul tonjolan berisi cairan pada kulit yang biasa disebut bula. Pada tahap ini, sensasi nyeri akan terasa pada korban.

Pada kondisi yang lebih parah, sensasi nyeri sudah tidak dirasakan karena energi panas sudah merusak saraf pada kulit. Luka dapat menyebabkan bercak-bercak kemerahan atau bahkan hangus.

  1. Luka bakar derajat III

Luka bakar derajat ini merupakan luka yang paling parah. Pada kondisi ini, luka sudah sampai ke bagian paling dalam dari kulit yakni hipodermis. Jika mencapai tahap ini, luka akan tampak kering, kasar, dan berwarna gelap. Korban juga tidak merasakan nyeri pada derajat III karena saraf pada area terjadinya luka ini telah rusak.

 

Penanganan

Setelah mengetahui pengertian dan klasifikasi dari luka, mari kita simak penanganan pada luka bakar sebagai berikut.

  • Tangani luka dengan air mengalir (lebih baik air dingin), lakukan irigasi selama sekitar 20 menit. Pendinginan ini hanya boleh dilakukan pada area tubuh yang mengalami luka.
  • Jangan memberi kompresi menggunakan es pada korban karena dapat merusak jaringan lebih lanjut
  • Jangan mengolesi hydrogel pada luka sebagai pertolongan pertama (kecuali jika tidak ada akses ke sumber air)
  • Gunakan plastic wrap pada luka bakar setelah mendinginkannya untuk mengurangi evaporasi cairan tubuh
  • Luka bakar disebabkan oleh bahan kimia tertentu atau luka yang terjadi pada mata membutuhkan irigasi dengan jumlah air yang sangat banyak
  • Jika area kulit yang terkena luka cukup besar, segera rujuk ke rumah sakit

 

Referensi

  1. Burns/management of burn wounds [Internet]. Vic: The Royal Children’s Hospital Melbourne; 2016 [cited 23 Oct 2016]. Available from: http://www.rch.org.au/clinicalguide/guideline_index/burns/
  2. Management of Burns [Internet]. WHO Surgical Care at the District Hospital; 2003 [cited 23 Oct 2016]. Available from: http://www.who.int/surgery/publications/Burns_management.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *