Tekanan Darah Rendah, Apakah Berbahaya?

Image result for blood pressure

Ditulis oleh: Clara Menna

 

Tekanan darah Anda dapat dikatakan rendah bila angka sistol-diastolnya dibawah 90/60 mmHg. Beberapa orang memang memiliki bawaan darah rendah, sehingga tekanan darahnya selalu rendah, sementara beberapa orang mengalami tekanan darah rendah karena suatu kejadian atau kondisi medis. Tekanan darah rendah tidak berbahaya, kecuali jika mengakibatkan pusing, syok, atau pingsan.

 

Tekanan darah dapat berubah-ubah. Contohnya, saat kita terkejut, tekanan darah meningkat, dan terkadang saat kita mengubah posisi dari duduk menjadi berdiri dengan cepat, tekanan darah dapat turun.

 

Terdapat 3 macam tekanan darah rendah, yaitu:

 

  1. Hipotensi Ortostatik

Hipotensi, atau tekanan darah rendah, terjadi saat Anda berdiri dengan cepat dari posisi duduk atau berbaring. Anda dapat merasa pusing, atau bahkan pingsan. Namun, Anda akan pulih dalam hitungan detik atau menit. Hal ini terjadi karena tubuh tidak bisa menyesuaikan tekanan darah dengan perubahan posisi dengan cepat.

 

Selain itu, hipotensi ortostatik juga dapat terjadi setelah mengkonsumsi makanan. Gejala ini biasa muncul pada orang dewasa, terutama yang menderita Parkinson’s disease (gangguan otak yang menyebabkan gangguan motorik dan tremor).

 

  1. Hipotensi neurologis

Hipotensi neurologis terjadi ketika Anda berdiri terlalu lama (misal, dalam upacara bendera), atau terjadi karena akibat dari hal yang tidak menyenangkan ataupun menakutkan. Hipotensi neurologis biasa terjadi pada anak-anak.

 

  1. Severe hypotension

Hipotensi berat terjadi akibat syok, yang dapat disebabkan oleh pendarahan, dehidrasi, keracunan, infeksi, luka bakar, alergi, atau hal lainnya. Kejadian-kejadian tersebut menyebabkan tekanan darah berkurang, sehingga organ-organ vital tidak dapat bekerja dengan baik. Dalam keadaan syok, individu harus ditangani secepatnya.

 

Tekanan darah rendah yang telah menyebabkan gejala-gejala seperti lemas, pusing, pingsan, dan lainnya, harus ditangani. Berikut adalah beberapa cara untuk menangani tekanan darah rendah Anda:

  1. Minum air yang banyak, minimalisir konsumsi alkohol.
  2. Jika menderita hipotensi ortostatik, sebaiknya berdiri dan makan dengan pelan, serta tidak menyilangkan kaki karena dapat mempengaruhi aliran darah.
  3. Jika menderita hipotensi neurologis, sebaiknya tidak terlalu lama berdiri, dan mengenali gejala dengan lebih baik agar tidak terjadi hal yang lebih buruk.
  4. Konsumsi garam dapat menaikkan tekanan darah.
  5. Terdapat beberapa obat yang dapat menangani hipotensi; konsultasikan ke dokter.
  6. Jika hipotensi terjadi akibat syok, secepatnya kembalikan cairan tubuh (telefon ambulans dan berikan cairan secara intravena), serta menangani penyebab syok (misal; tangani perdarahan).

 

Hipotensi ada dua macam, yaitu hipotensi bawaan, dan hipotensi akibat kejadian atau kondisi medis. Hipotensi tidak berbahaya, jika tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Terdapat tiga jenis hipotensi, dengan penyebab yang berbeda-beda. Penanganan hipotensi dapat dilakukan, namun apabila ada gejala, sebaiknya Anda mengkonsultasikan pada dokter.

 

 

Referensi:

  1. X-Plain. Low Blood Pressure. The Patient Education Institute, Inc; 2016.
  2. Kavi L. Living With Low Blood Pressure. UK: POTS UK; 2013.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *