TBM FKUI Kawal Aksi Penolakan Kenaikan Harga BBM BEM UI

Rencana penaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu menimbulkan respon berbagai kalangan masyarakat, utamanya mahasiswa. Pro-kontra pun timbul dalam menanggapi kebijakan ini. Penolakan terhadap kebijakan tersebut dilakukan juga oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dengan segala alasan dan solusi yang mereka berikan. Penentuan kenaikan harga BBM sendiri dilakukan oleh pihak pemerintah dan DPR pada sidang paripurna mengenai APBN. Sebagai bentuk penolakan ini, BEM UI melakukan beberapa kali audiensi dengan beberapa pihak terkait. Puncak dari penolakan ini adalah aksi massa yang dilakukan BEMUI pada hari diadakannya sidang paripurna DPR RI. Aksi massa ini bertujuan untuk mengawal sidang yang juga dihadiri oleh perwakilan BEM UI sebagai fraksi balkon agar disepakati keputusan yang sesuai dengan aspirasi BEM UI.

Aksi massa (jumat, 30/03/2012) yang dilakukan oleh BEM UI di gedung DPR RI berjalan dengan tertib dan damai. Mahasiswa UI yang tergabung dalam massa aksi ini berjumlah sekitar 250 orang dengan komposisi 100 wanita dan 150 pria. Aksi dimulai dari pukul 13.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB sesuai dengan rencana, yaitu aksi dilakukan sampai ada hasil yang jelas dari sidang paripurna. Aksi semula dilakukan di depan gedung DPR bersama dengan massa dari BEM universitas lainnya, tetapi aksi bersama ini hanya berjalan sekitar 2 jam sebelum massa BEM UI memisahkan diri menuju pintu belakang gedung DPR. Menurut Odi, wakil ketua BEM UI, sikap yang dilakukan BEM UI untuk menghindari adanya provokasi beberapa pihak tertentu yang ada pada saat itu. Massa BEM UI harus tetap menjaga situasi berjalan dengan tertib dan terkendal serta bergerak berdasarkan esensi dan tujuan. Dalam aksi ini juga, Tim Bantuan Medis (TBM) BEM FKUI turut ambil bagian sebagai tim medis aksi yang mengawal jalannya aksi untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan. Tim Medis Aksi TBM FKUI baru bisa bergabung dengan massa BEM UI sekitar pukul 13.00 WIB, setelah shalat jumat.

TBM selama ini memang selalu menjadi tim medis dari aksi-aksi BEM UI sebelumnya. Jadi hal ini sudah menjadi bentuk hubungan kerjasama bagi TBM dan BEM UI. Dalam aksi kali ini, TBM BEM FKUI menurunkan tujuh orang anggotanya untuk mengawal jalannya aksi. Ketujuh anggota TBM yang ikut dalam tim medis aksi ini adalah andi, wahyu, tika, ikrar, avian, resa, dan adhitama. Mereka adalah mahasiswa tingkat 2 dan tingkat 3 FKUI yang sudah memiliki kompetensi sebagai tim medis aksi. Pemilihan tenaga medis disesuaikan dengan jumlah dan komposisi massa BEM UI. Koordinasi antara tim medis dan peserta aksi berjalan cukup baik. “Kalau ada yang mengalami masalah medis segera kami akan memberitahu kalian segera ya” kata Mulki, mahasiswa FISIP 2009, korlap aksi BEM UI. Selama aksi pun, tidak ada masalah kesehatan yang cukup berarti dialami oleh massa. Berdasarkan laporan yang ada, beberapa massa aksi hanyalah mengeluh sakit kepala, pusing, dan mual. Tidak terdapat luka trauma yang semula menjadi perkiraan medis karna anggapan aksi akan berjalan rusuh. Semua keluhan massa ditangani dengan baik oleh Tim Medis Aksi TBM FKUI. Sebagai organisasi mahasiswa kedokteran, TBM BEM FKUI akan selalu siap dalam mengawal  aksi yang dilakukan oleh BEM UI, maupun BEM FKUI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *