Ada yang lebih bahaya dari patah hati!

Ditulis Oleh: Luther Holan Parasian

“Patah tulang apa ya? Diapain ya patah tulang? Dokter atau tukang pijit atau dukun? Bisa sembuh gak ya? Bahaya gak sih entar paling juga sembuh sendiri?”

Pasti anda sudah pernah mendengar mengenai patah tulang namun apakah anda sudah dapat memberikan pertolongan awal yang tepat pada patah tulang? Artikel singkat ini akan membantu anda menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Patah tulang merupakan masalah yang tidak sepele. Patah tulang dapat terjadi pada siapapun, dimanapun, kapanpun, dan penyebabnya bermacam-macam, seperti terjatuh dan kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data RISKESDAS 2007, angka kejadian terjatuh adalah 45.987  dan yang mengalami patah tulang sekitar 1.775 kasus. Angka kecelakaan lalulintas mencapai 20.829 dan yang menyebabkan patah tulang mencapai 1.770. Pertolongan pertama adalah hal yang penting tetapi hampir orang yang pertama melihat kemungkinan bukanlah tenaga medis. Oleh karena itu kita anda perlu mengetahu tentang cara memberikan pertolongan pertama pada patah tulang.

Patah tulang adalah suatu kondisi dimana terjadi diskontiunitas terputusnya hubungan dari struktur tulang atau tulang rawan. Dalam bahasa medis patah tulang disebut fraktur. Secara umum digolongkan menjadi fraktur terbuka atau fraktur tertutup. Dari namanya saja anda sudah dapat dibedakan, fraktur terbuka adalah dimana tulang yang patah terhadap hubungan dengan udara terbuka  Fraktur terbuka tidak selalu didefinisikan fraktur dengan tulang yang mencuat keluar. Apabila fraktur terjadi disertai luka pada daerah fraktur juga disebut fraktur terbuka karena luka merupakan pintu hubungan udara terbuka dengan bagian tulang. Keadaan fraktur terbuka ini dapat menimbulkan kondisi yang lebih buruk seperti perdarahan yang berlebihan atau juga dapat menyebabkan infeksi. Sementara itu, fraktur tertutup merupakan fraktur yang tidak mengalami hubungan dengan udara luar. Fraktur tertutup bukan berarti bukan hal yang tidak berbahaya. Fraktur ini perlu penanganan yang cepat agar kesembuhan dapat tercapai.

Tulang merupakan bagian tubuh yang cukup keras karena dibentuk untuk membentuk postur tubuh. Oleh karena itu sebenarnya tulang kita tidak semudah itu mengalami fraktur. Tulang harus menerima gaya yang besarnya melebihi daya elasitas tulang sehingga terjadi fraktur seperti contohnya terbentur saat kecelakaan atau jatuh yang cukup tinggi. Fraktur dapat juga terjadi pada keadaan dimana tulang mengalami kekeroposan (osteoporosis) sehingga tulang lebih mudah patah daripada tulang orang yang tidak mengalami osteoporosis. Tulang yang menerima tekanan yang berulang-ulang juga dapat mengalami fraktur, contohnya terjadi pada olahragawan atau tentara.

Tanda yang anda dapat temukan pada orang yang patah tulang adalah

  • Nyeri yang hebat terutama saat disentuh atau digerakkan
  • Pergerakan bagian yang fraktur menjadi sulit
  • Bengkak pada daerah yang mengalami fraktur
  • Terjadi perubahan bentuk dari posisi tulang
  • Apabila pada tangan atau kaki dapat langsung dibandingkan dengan sisi yang normal. Pada yang fraktur dapat mengalami perubahan ukuran dari bagian sisi normal, dapat memanjang dapat juga memendek.
  • Dapat juga terdengar suara gesekan antara segmen tulang yang patah, istilah medis untuk bunyi tersebut adalah krepitasi.

Apa yang harus anda lakukan ketika ada orang disekitar yang dicuragai mengalami patah tulang

  1. Anda harus pastikan jalan nafas (airway), pernapasan (breathing), dan sirkulasi (circulation) atau,yang sering disingkat menjadi ABC, dari pasien aman. Amankan leher dari pasien juga terutama pada pasien trauma (kecelakaan lalu lintas). Tiga komponen itu jauh lebih mengancam nyawa dibandingkan dengan tulang yang patah.  Dapat dibaca lengkap pada artikel berikut ini  (http://tbmfkui.org/archives/107)
  2. Apabila korban ditempat yang berbahaya, contohnya ditengah jalan, anda dapat memindahkan dengan cara transportasi yang benar (http://tbmfkui.org/archives/1010)
  3. Anda harus kenali korban ini megalami fraktur atau tidak melalui mencari tanda-tanda fraktur yang sudah dijelaskan sebelumnya.
  4. Pemasangan bidai/splint dengan tujuan untuk membatasi gerak dan memfiksasi bagian yang patah. Sebelum memasang bidai pastikan dulu keadaan pulsasi, motorik, dan sensorik bagian jauh dari fraktur baik.

Picture1

Picture2Apabila tidak ada bidai dapat digunakan benda lain yang berprinsip agar bagian fraktur tidak bergerak dan tetap dalam posisi yang benar. Prinsipnya bidai ini haruslah kuat dan panjangnya melewati dua sendi sebagai contoh apabila patah pada tulang tibia (tulang kering kaki), bidai yang digunakan haruslah melewati sendi pergelangan kaki dan sendi lutut. Bidai diikat jangan terlalu kuat atau terlalu lemah. Pasien harus merasa lebih nyaman dengan bidai tersebut.

Pengalaman penulis dalam menangani kasus fraktur di IGD salah satu rumah sakit sebagi dokter muda, penulis pernah menemukan kasus fraktur pada pergelangan tangan akibat kecelakaan lalu lintas. Pada saat itu pasien ditolong dengan menggunakan bidai yang dia buat sendiri dari gulungan kertas karton yang ia biasa di jual di warung. Dia mengaku setelah dibidai ini rasa nyeri pada tangannya berkurang.

5. Anda harus segera membawa korban ke pelayanan kesehatan yang tepat, yaitu dokter, untuk tatalaksana lebih lanjut.

Permasalahan yang ada saat ini adalah tentang paradigm masyarakat awam yang banyak membawa korban fraktur ke dukun patah tulang atau tukang pijat. Sejauh ini penulis belum pernah membaca penelitian tentang analisa perawatan di dukun patah tulang. Secara teori tulang akan menyambung sendiri apabila fragmen tersebut didekatkan. Belum ada hubungan yang terbukti secara ilmiah dengan ilmu pijat yang sekarang banyak dimasyarakat.

Pada dasarnya tulang yang patah dapat menyambung dalam waktu 6-8 minggu dengan dilakukan imobilisasi (pembatasan gerak) dengan gips atau bidai. Namun pada kasus fraktur yang cukup berat dan rumit diperlukan operasi untuk hasil terapi yang lebih baik. Penyambungan tulang dapat sempurna dapat juga mengalami salah sambung dikarenakan fiksasi yang kurang baik  ini disebut malunion. Atau bahkan tidak menyambung yang disebut nonunion. Hal ini dapat menyebabkan bagian tersebut terlihat bengkok dan bahkan dapat mempengaruhi fungsi bagian tersebut. Kondisi lain yang dapat terjadi akibat fraktur adalah cedera saraf dan juga infeksi. Inilah yang dihindari pada kasus fraktur oleh karena itu pasien perlu dibawa ke tenaga medis yang kompeten.

Picture3

Yak tadi sekilas tentang patah tulang. Apabila anda mendapat pertanyaan ini, Patah tulang apa ya? Diapain ya patah tulang? Dokter atau tukang pijit atau dukun? Bisa sembuh gak ya? Bahaya gak sih entar paling juga sembuh sendiri? Saya yakin anda sudah bisa menjawab.

Semoga bermanfaat untuk anda dan lingkungan anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *