Panas Matahari Sangat Menyengat? Cepat Dinginkan Tubuh Sebelum Terkena Heat Stroke!

Ditulis oleh: Winona Andrari M.

Pernahkah kamu merasa pusing, lemas, mata berkunang-kunang seakan mau pingsan ketika terpapar panas matahari? Mungkin anda pernah mengalami hal seperti itu.

Bagaimana kamu menyebut keadaan tersebut? Keliyengan, mungkin? Atau hanya pusing, sesimpel itu? Ternyata ada, lho, istilah yang lebih tepat! Yaitu heat exhaustion. Terdengar lebih keren, kan?

Lalu, apa itu heat stroke?

Heat stroke dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan istilah hipertermia akut. Hiper adalah berlebih, termia berkaitan dengan “thermos” atau suhu, sementara akut menunjukkan waktu terjadinya yang cepat dan mendadak. Berdasarkan penjelasan di atas, heat stroke atau hipertermia akut (istilah ini lebih tidak umum, kita gunakan heat stroke saja, ya!) dapat diartikan secara harfiah sebagai keadaan ketika suhu tubuh dengan cepat berada di atas normal. Seseorang disebut terkena heat stroke jika suhu tubuhnya di atas 40 derajat. Ternyata, heat exhaustion itu adalah bentuk lebih ringan dari heat stroke. Heat stroke sendiri termasuk keadaan darurat, lho, dan disebut sebagai bentuk paling parah dari penyakit yang terkait dengan suhu panas.

Berhubung Indonesia beriklim tropis dan suhunya cukup tinggi (alias gerah), cukup rawan nih buat kita terkena heat exhaustion, dan kalau tidak ditangani dengan baik, bisa berprogresi jadi heat stroke, lho! Oleh karena itu, penting sekali untuk kita mengetahui bagaimana cara penanganan pertamanya.

Sebelum itu, kita bahas dulu gejala-gejala heat stroke ya.

  • Suhu tubuh diatas 40 derajat
  • Lemas, bisa kehilangan kesadaran (pingsan)
  • Tidak terlihat berkeringat walaupun panasnya menyengat
  • Kulit terasa panas, terlihat kemerahan dan kering
  • Lemah atau keram otot
  • Mual dan muntah
  • Denyut jantung cepat, bisa teraba lemah ataupun kuat
  • Pernapasan cepat
  • Terlihat bingung, sempoyongan

 

Pertolongan pertama untuk heat stroke

Jika menemukan orang yang mirip gejala-gejala di atas, segera panggil bantuan atau bawa orang tersebut ke rumah sakit. Heat stroke adalah keadaan gawat darurat yang mengancam nyawa, jadi ini harus dilakukan pertama kali.

Sembari menunggu ambulans/paramedic datang, kita bisa mencoba menurunkan suhu pasien tersebut dengan cara sebagai berikut:

  • Jauhkan dari paparan panas, bisa pindahkan ke ruangan ber-AC atau setidaknya yang sejuk (di bawah pohon, atau semacamnya), lalu lepaskan pakaian yang tidak perlu (jaket, syal, topi), pastikan pakaian pasien tidak membuat gerah.
  • Basahkan keseluruhan kulit pasien dengan air, bisa menggunakan spons basah atau selang air.
  • Tempelkan ice pack atau es batu yang dilapisi handuk ke bagian ketiak, selangkangan, leher, dan punggung pasien. Area ini kaya akan pembuluh darah yang dekat dengan permukaan kulit, sehingga penghantaran suhu dingin tersebut ke seluruh tubuh akan lebih mudah jika dibandingkan dengan area lain di tubuh.
  • Setelah suhu tubuh pasien sudah cukup turun, boleh berikan ice bath untuk pasien.

Cara-cara di atas tidak perlu dilakukan secara keseluruhan atau pun dengan urutan tertentu. Namun, tetap ada diagnosis-diagnosis diferensial untuk penyakit yang mirip satu sama lain.

Bagaimana? Sudah lebih pahamkah mengenai heat stroke? Penanganannya cukup mudah, bukan? Bisa dilakukan oleh siapa saja, sebelum paramedis datang. Langkah-langkah yang terbilang sederhana ini bisa menyelamatkan nyawa yang terancam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *