Kata Siapa Survival Susah?

Ditulis Oleh: Rizta Aulia W

Oh iya, cek dulu ah, lusa udah mau berangkat.

Carrier? Ok.

Logistik? Ok.

Ponco? Ok.

Makanan, Ok. Jaket, Ok.

Hmm, korek sama senter udah, yang lainnya juga udah.

Kayaknya udah siap semua.

 

***

Ada pepatah yang mengatakan bahwa gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan, sudah pernah dengar belum?

Nah, tapi kita tidak boleh lupa bahwa persiapan itu tidak semata-mata tentang barang, terutama untuk kegiatan alam. Persiapan bisa saja tentang persiapan fisik, akomodasi, keuangan, jadwal, atau yang paling sering terlupakan adalah pengetahuan.

Pengetahuan tentang apa?

Ketika melakukan kegiatan alam di tempat yang cukup ekstrim seperti hutan atau gunung, ada kemungkinan bahwa kita akan menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tersesat, terpisah dari rombongan, hingga cuaca buruk. Pada keadaan seperti itu pasti yang ada di pikiran kita hanya: ini gimana caranya biar selamat ya?

Inilah pentingnya kita mengerti mengenai dasar-dasar bertahan hidup, atau bahasa kerennya survival, supaya kita selalu siap dengan keadaan alam genting dimanapun dan kapanpun. Ada beberapa prinsip yang bisa diterapkan, prinsip satu belum tentu berkaitan dengan yang lainnya, semua tergantung kebutuhan dan tuntutan keadaan nantinya.

1. Berpikir Positif

Peraturan ini paling penting! Dalam keadaan genting, kita harus yakin pada diri sendiri bahwa kita bisa bertahan dan selamat. Percaya bahwa apa yang kita pikirkan akan memengaruhi tindakan kita. Jauh lebih baik jika kita bisa tenang dan berpikir jernih daripada panik dan kehilangan akal. Saat kita bisa berpikir positif, pasti kedepannya akan mudah.

2. Tersesat? STOP dulu!

Ketika kehilangan arah di alam liar, jangan mencoba berjalan hanya mengandalkan firasat, kita bisa semakin jauh dari jalur yang tepat.

Lebih baik jika kita STOP alias,

  • S : Sit

Duduk. Tenangkan diri dan jangan panik.

  • T : Think

Berpikir tentang apa yang bisa kita lakukan sekarang, bagaimana meraih rombongan awal atau bagaimana kembali ke jalur. Apakah ada alat bantuan atau peralatan komunikasi?

  • O : Observe

Perhatikan lokasi sekeliling kita, dimana kita berada dan apa yang ada di dekat kita. Jika mungkin, seberapa jauh jarak kita dari jalur sebenarnya.

  • P : Plan

Ketika kita sudah bisa menggabungkan keadaan, persediaan, dan tujuan kita, susunlah rencana untuk melanjutkan perjalanan dengan matang.

3. Rule of Three

Nah, sekarang bagaimana kalau keadaan menuntut kita untuk bertahan di alam terbuka lebih lama? Tenang, ingat saja Rule of Three!

do-you-know-the-survival-rules-of-three

1. Three minutes without air

Kebutuhan makhluk hidup paling utama adalah bernapas, alias udara, alias oksigen. Carilah lokasi yang udaranya cukup dan bersih, jangan yang berbau atau yang persediaan oksigennya tipis. Sebagai gambaran, jauhi area yang berbau belerang atau yang membuat kita sulit bernapas.

2. Three hours without shelter

Tubuh kita tidak didesain untuk menghadapi cuaca ekstrim, lebih baik mendirikan bivak menggunakan ponco atau bahan dari alam (dedaunan dan ranting), yang penting kita terlindungi dari panas dan dingin. Ada beberapa prinsip dalam mendirikan bivak yang semuanya demi keselamatan kita :

  • berada di lokasi yang datar
  • jauh dari sarang binatang (misalnya lebah)
  • membelakangi arah angin
  • atap dibuat menurun agar air hujan mengalir ke bawah

3. Three days without water

Jika masih dalam hitungan hari, tubuh kita lebih memerlukan air dibanding makanan. Jangan sampai kita kekurangan cairan dan terkena dehidrasi. Carilah sumber mata air di sekitar kita yang dapat kita pastikan keamanannya. Jangan meminum air laut (air asin) karena garam justru akan membuang air dari badan kita dan membuat lebih haus.

4. Three weeks without food

Jika ternyata kita harus tinggal lebih lama, makanan menjadi sama penting dengan air. Kemungkinannya adalah berburu hewan yang ada atau mengumpulkan tanaman hutan untuk dimakan. Untuk ini, diperlukan pengetahuan khusus mengenai tanaman beracun dan tidak beracun.

Rule of three hanya perkiraan secara kasar saja bukan hal yang pasti. Kita dapat mengingat dan memprioritaskan Rule of Three pada kondisi extreme.

4. The Magic of Lighter a.k.a Korek Api

Jangan remehkan alat yang satu ini! Selalu siap sedia korek api di kantong. Bisa dalam bentuk korek api biasa atau lighter, untuk berjaga-jaga lebih baik membawa keduanya. Meskipun kecil, alat ini memiliki kegunaan yang besar. Dengan api kecil yang dipicunya, misalnya, kita bisa membuat api unggun untuk menghangatkan diri dan membuat sinyal asap sebagai tanda agar diselamatkan.

Nah, setelah membaca dan memahami beberapa prinsip diatas, diharapkan survival tidak lagi menjadi hal yang sulit bagi kita. Sebenarnya, masih banyak prinsip-prinsip mengenai survival yang bisa kita dalami sendiri. Semakin kita mengerti, kegiatan alam yang kita lakukan pasti semakin aman dan menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *