Simulasi EFAST TBM 2015 oleh TFRC

Teenage First Responder Community adalah komunitas tanggap kegawatdaruratan anak-anak SMA yang dibentuk oleh Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (TBM FKUI). Tujuan dari komunitas ini adalah membentuk sebanyak-banyaknya kaum awam yang mengerti dan mampu melaksanakan bantuan hidup dasar pada keadaan gawat darurat. Saat ini, SMA yang telah bergabung dalam komunitas ini adalah SMAN 8 Jakarta dan SMA Santa Ursula Jakarta. Kedua SMA ini lah dilatih oleh TBM FKUI dan Departemen Anestesi FKUI/RSCM untuk binya melakukan pertolongan pertama pada korban henti jantung.

E-Fast yang juga merupakan acara tahunan TBM FKUI adalah wadah pengabdian diri bagi mahasiswa FKUI untuk mengajarkan penanganan kegawatdaruratan sehari-hari pada masyarakat. E-Fast dan TFRC memiliki tujuan yang sama yakni membentuk masyarakat yang tanggap terhadap kegawatdaruratan.

Dalam E-Fast tahun ini anak-anak TFRC mendapat kehormatan untuk menampilkan kemampuan mereka dalam mengangani korban cedera olah raga di hadapan tiga ratus peserta seminar. Mereka memainkan suatu simulasi kegawatdaruratan yang juga menunjukkan bagaimana penanganan cedera yang terjadi akibat olah raga. Aktor-aktor yang berperan adalah Katarina Celine Tjandra (SMA Santa Ursula), Audrey Kartika Putri (SMA Santa Ursula), Katlyn Andrian (SMA Santa Ursula), Jessica Elizabeth Twaidan (SMA Santa Ursula), Margaret Claire Koesno (SMA Santa Ursula), Tazchya Sana (SMAN 8), Raeshad Parandangi (SMAN 8), Muhammad Farras (SMAN 8), Raihan Naufaldi A (SMAN 8), dan Mutia Bianinda (SMAN 8).

Dalam simulasi diceritakan dua orang siswa SMA sedang mengikuti kejuaraan olah raga bela diri. Awalnya pertandingan itu berlangsung dengan sengit karena kedua kontingen memberikan perlawanan yang berimbang.

IMG_9943

Keadaan berubah di tengah pertandingan, petarung A menendang pelipis petarung B hingga berdarah, dengan refleks petarung B membalas dengan menendang dengan sangat keras dada petarung A, saat itu petarung A terlempar jauh dan petarung B juga mengerang kesakitan karena mengalami cedera ankle saat menendang. Petarung B masih mengerang kesakitan, sementara petarung A tidak sadarkan diri dan lengan atasnya tereluntir akibat kesalahan saat mendarat jatuh.

IMG_9944

Ditengah keadaan yang kacau, dengan sigap teman-teman TFRC yang yang menjadi peserta seminar E-Fast segera menuju arena pertandingan dan menolong kedua korban. Pada petarung A, yang dicurigai henti jantung, dilakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan dilakukan pembidaian di lengan korban. Sementara, pada petarung B dilakukan pertolongan dengan membalut luka di pelipis dan dilakukan tatalaksana cedera ankle.

IMG_9953

Tak lama kemudian medis datang dan para korban dilarikan ke rumah sakit. Simulasi selesai.

IMG_9955

Simulasi ini merupakan salah satu mata acara seminar E-fast yang bertujuan untuk menunjukkan kemampuan anak-anak komunitas TFRC dalam menangani kegawatdaruratan sehari-hari, memperkenalkan komunitas ini pada masyarakat, dan menunjukkan kepada masyarakat cara pengangan cedera olah raga yang baik dan benar. Dengan adanya simulasi dan pengenalan komunitas ini diharapkan SMA-SMA se-jakarta tertarik untuk mendaftar diri kepada TBM FKUI untuk bergabung dan dilatih menjadi anggota dari TFRC, sehingga semakin banyak lagi orang awam yang mampu melakukan pertolongan kegawatdaruratan medis. Mari bersama kita wujudkan lingkungan yang lebih aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *