Waspada Osteoporosis Sejak Dini

Oleh: Rasyad Khalifah

Osteoporosis merupakan penyakit tua pada tulang yang ditandai dengan penurunan massa dan kepadatan tulang akibat penurunan massa tulang pascapuncak massa tulang. Kelainan ini menyebabkan resistensi tulang terhadap tensi dan kompresi menurun sehingga meningkatkan risiko terjadinya patah tulang terutama pada panggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang. Osteoporosis tidak hanya berisiko pada masa tua, namun juga dapat terjadi sejak usia muda. Asupan kalsium dan pembentukan vitamin D yang tidak cukup pada seseorang meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis lebih dini. Selain itu, wanita memiliki kecenderungan untuk berisiko lebih tinggi dibandingkan dengan laki laki.

Gejala-gejala yang timbul ketika seseorang mengalami osteoporosis adalah :

  1. Nyeri pada tulang, terutama tulang belakang
  2. Berkuranganya tinggi badan secara drastic akibat ketidakmampuan tulang dalam menopang tegak tubuh
  3. Postur tubuh bungkuk
  4. Rentan patah tulang

Secara biologis, tulang manusia mengalami perombakan dan pembaharuan setiap waktunya. Sel-sel tulang tidak mengalami stagnansi sepanjang hidup seseorang. Ketika usia pubertas, terjadi percepatan penambahan massa dan ukuran tulang hingga mencapai status “Peak Bone Mass” atau puncak massa tulang pada usia sekitar 30 tahun. Pencapaian massa tulang dipengaruhi berbagai faktor terutama hormone. Asupan kalsium yang memadai, sekitar 1000-1500 mg perharinya dan vitamin D 400-800 IU perharinya akan memaksimalkan dan menstabilkan fungsi hormone sehingga bisa tercapainya puncak massa tulang yang optimal.

Setelah mencapai puncak massa tulang, tulang akan mengalami keadaan dimana tingkat pembentukan tulang menurun dan tidak seimbang dengan tingkat perombakan tulang. Tingkat perombakan yang lebih tinggi dibandingkan pembentukan menyebabkan tulang mengalami penurunan secara kualitas dan kuantitas. Fenomena tersebut merupakan fenomena normal dan tidak akan menjadi masalah yang serius apabila seseorang mencapai puncak massa tulang dengan optimal pada usia muda. Namun, apabila terjadi kelainan atau kekurangan asupan nutrisi selama pembentukan tulang maka kejadian osteoporosis akan terjadi lebih dini dibandingkan dengan orang yang cukup asupan.

Oleh sebab itu, untuk mencapai puncak massa tulang yang optimal ada beberapa hal yang harus dilakukan :

  1. Pemenuhan kebutuhan asupan kalsium dan vitamin D harian
  2. Latihan fisik yang cukup (diutamakan weight bearing untuk menstimulasi pemadatan tulang)
  3. Hindari gaya hidup sedenter dan pola makan buruk (merokok, mengonsumsi alkohol dan banyak mengonsumsi soda)
  4. Konsultasikan dengan dokter dan ahli gizi apabila ada kelainan yang mengganggu pencapaian puncak massa tulang

 

Referensi

  1. Sambrook P, Schrieber L, Taylor T, Ellis A (Eds.). The Musculoskeletal System Sasic Science and Clinical Conditions. 2nd Churchill Livingstone. 2011. Elsevier
  2. Sherwood L. Human Physiology from Cell to Systems. 7ed. Australia. 2010. Lange

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *