Demam? Apa sih itu? Bagaimana menanganinya?

Ditulis oleh : Addina Witsqantidewi

2jnv4f6f-1373863426

Ketika suhu badan seseorang naik melebihi 37.2-37.5oC, terdapat kemungkinan ia mengalami demam. Demam sendiri bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu kondisi dimana tubuh kita mencoba untuk melawan penyakit yg akan datang.

Demam atau yang bisa juga disebut dengan pyrexia ini dapat diartikan sebagai kenaikan suhu tubuh yang disebabkan oleh infeksi pyrogen.

Gejala-gejala demam antara lain adalah

  1. Lethargy atau kurangnya semangat dan antusias seseorang.
  2. Tidak napsu makan
  3. Sakit tenggorokan
  4. Batuk
  5. Sakit telinga
  6. Diare

Untuk mengukur panas seseorang dapat dilakukan dengan thermometer. Nah, dimana aja sih sebenernya harusnya diletakkannya? Mengukur panas menggunakan thermometer dapat dilakukan di 3 tempat, yaitu :

  1. Dibawah ketika (axillary), dengan suhu > 37.2 oC
  2. Mulut (orally), dengan suhu > 37.5 oC
  3. Anus (rectally), dengan suhu > 38 oC

Sebenarnya kenapa sih seseorang bisa terkena demam? Apa penyebabnya? Penyebab demam sebenarnya sangat banyak dan beragam. Berikut adalah beberapa penyebab demam :

  1. Infeksi dalam bentuk apapun dapat menyebabkan demam
  2. Anak yang baru diberi imunisasi juga dapat mengalami gejala demam
  3. Pengaruh mikroorganisme yang bernama pyrogens
  4. Autoimmune atau inflammatory disorders
  5. Demam juga dapat menjadi gejala pertama penyakit kanker
  6. Pengaruh obat-obatan seperti antibiotic, antihistamines, atau obat kejang.

Bagaimana dengan tipe-tipenya? Ada bermacam-macam tipe demam :

  1. Continuous fever : Continuous fever adalah tipe demam yang bersifat terus menerus. Suhu penderita tetap berada di atas batas normal selama sehari atau bahkan lebih.
  2. Intermittent fever : tipe demam ini adalah tipe yang suhu nya akan tiba-tba naik kemudian kembali lagi ke suhu normal. Contohnya demam pada penyakit malaria.
  3. Remittent fever : bertolak belakang dengan intermittent fever, remittent fever adalah demam yang suhunya tidak bisa lagi kembali ke suhu normal aslinya

Eh, tapi jangan salah! Ada looh manfaat dari demam! Demam itu tidak seluruhnya merugikan. Demam dapat menaikan sistem imun tubuh manusia, selain itu demam juga data menstimulasi pembentukkan sel T-lymphocytes dan B-lymphocytes yang tugasnya untuk memproduksi antibody. Tidak hanya antibody saja, demam juga dapat meningkatkan produksi interferon tubuh yang berguna untuk melawan virus-virus dan infeksi yang akan menyerang manusia.

Nah, sekarang bagaimana sih cara menangani demam? Apa yang bisa kita lakukan?

Pengobatan demam sebenenarnya tergantung akan penyebabnya. Seperti contohnya, jika seseorang demam karena infeksi bakteri, maka obat yang sepantasnya diberikan pun berupa antibiotik. Namun, untuk menurunkan panas seseorang, pada umumnya diberikan obat penurun panas (antipiretik) seperti Paracetamol dan Ibuprofen, dan juga terapi fisik seperti istirahat baring, dan juga memberi kompres. Terdapat beberapa jenis kompres :

  1. Kompres Air Hangat : diletakkan di lipatan ketiak atau selangkangan selama 10-15 menit. hal ini akan menurunkan suhu panas seseorang melalu proses penguapan.
  2. Kompres Dingin : banyak orang yang memberikan kompres dingin jika suhu badan panas. hal ini tidaklah dianjurkan, karena dapat meningkatkan pusat pengatur suhu tubuh (set point) yang akhirnya mengakibatkan menggigil sehingga suhu tubuh pun akan semakin naik.

Referensi :

1. Updated by: Neil K. Kaneshiro a. Fever: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. Nlm.nih.gov. 2015 [cited 18 October 2015]. Available from: https://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003090.htm

2. IDAI – Ikatan Dokter Anak Indonesia. Penanganan Demam pada Anak [Internet]. 2014 [cited 18 October 2015]. Available from: http://idai.or.id/public-articles/klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak.html

3. WebMD. High Temperature? Find Out What Causes a Fever [Internet]. 2015 [cited 18 October 2015]. Available from: http://www.webmd.com/first-aid/fevers-causes-symptoms-treatments?page=2#3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *