Serangan Asma? Segera Tangani Sebelum Terlambat!

Ditulis oleh: Edelyne Chelsea

images

Pernahkah kamu melihat orang yang sedang berlari tiba-tiba terlihat pucat, sesak, dan kehabisan napas? Atau mendengar seseorang bernapas dengan mengeluarkan suara yang tidak wajar?

Itulah beberapa gejala umum yang paling sering terjadi pada orang yang mengalami asma. Asma merupakan penyakit paru-paru kronis yang menginflamasi dan memperkecil jalur napas sehingga membuat penderitanya sulit bernapas, dada terasa sesak, napas yang pendek dan batuk di pagi atau malam hari.

Kok bisa asma?

Ketika bernapas normal, udara akan keluar masuk melalui jalur napas. Penderita asma mengalami inflamasi sehingga jalur napasnya membengkak. Ketika jalur napas bereaksi, otot disekitarnya akan bereaksi dan memperkecil jalur napas. Sel-sel pada jalur napas juga dapat memproduksi mucus (cairan yang lengket dan tebal) sehingga semakin memperkecil jalur napas. sehingga menyebabkan berkurangnya aliran udara menuju paru-paru dan penderita akan kesulitan bernapas.

Asma dapat terjadi pada orang di segala usia, namun biasa diderita dari kecil. Faktor yang menyebabkan asma antara lain: turunan orang tua, infeksi saluran pernapasan, tendensi turunan untuk mengalami alergi (atopi).

Kapan asma bisa terjadi?

Penderita asma seringkali mengalami “serangan asma”. Serangan ini dapat dipicu oleh berbagai hal yang mengiritasi paru-paru si penderita, misalnya bulu binatang, serbuk tanaman, asap rokok, infeksi virus, dan yang paling sering akibat olahraga yang terlalu berat.

Bagaimana menangani serangan asma?

Serangan asma harus segera ditangani, karena terlambat sedikit saja dapat berakibat fatal bagi penderita. Sangat dianjurkan bagi penderita untuk selalu menjaga dirinya untuk mencegah serangan terjadi, seperti hindari allergen, kurangi aktivitas fisik yang berat, dan selalu membawa obat asma.

Dalam keadaan darurat dan butuh penanganan cepat, penderita dapat menggunakan inhaler berisi albuterol, tujuannya untuk membuat otot pada jalur napas menjadi rileks sehingga udara dapat masuk ke paru-paru. Cara menggunakan inhaler:

  1. Kocok kanister sebelum digunakan
  2. Buka mouthpiece inhaler, buang napas secara total, kemudian letakan mouthpiece ke dalam mulut. Tarik napis secara perlahan dan tahan selama 10 deitk kemudian buang napas perlahan.
  3. Jika digunakan lebih dari sekali inhalasi, tunggu 1 menit sebelum menggunakannya lagi dan jangan lupa mengocok lagi inhalernya

Apabila setelah mendapat bantuan inhaler kondisi korban masih belum baik, segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjut

 

Sumber:

  1. http://www.nhs.uk/conditions/asthma/Pages/Introduction.aspx
  2. http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/asthma/treatment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *