Menjumpai kondisi henti jantung? Berikan pertolongan pertama yang tepat!

Oleh Bima Andyan W (Anggota Tim Reaksi Cepat TBM FKUI)

Apakah Anda pernah menyaksikan di layar lebar atau televisi seseorang yang sedang tidak sadar diselamatkan dengan cara diberi napas bantuan dan ditekan dadanya berulang-ulang? Apa yang sedang dilakukan dan apa gunanya?

Tindakan ini adalah apa yang disebut bantuan hidup dasar (BHD) atau Basic Life Support (BLS). Bantuan hidup dasar adalah suatu tindakan medis yang dilakukan pada korban yang mengalami henti jantung. Tujuan dari BHD adalah untuk memberikan waktu yang cukup kepada korban untuk sampai dibawa ke rumah sakit atau sampai bantuan bantuan ahli datang. Pada dasarnya selama jantung berhenti maka tidak ada darah yang dipompa ke otak yang merupakan organ penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, semakin dini dilakukan BHD, maka kemungkinan untuk terjadinya kerusakan sel otak akan semakin kecil. Perlu diketahui bahwa sel otak akan mati bila kekurangan oksigen  lebih dari 5 menit.

Lalu bagaimana saya bisa melakukan BHD sebagai orang awam?

BHD bisa dilakukan oleh orang awam sekalipun. Karena tidak setiap waktu terdapat akses yang cepat untuk mendapat bantuan medis, oleh karenanya sangatlah penting agar orang di sekitar korban dapat melakukan BHD dengan segera. Secara internasional sudah terdapat aturan bagaimana orang awam melakukan BHD. Berikut urutan bagaimana melakukan BHD.

Bila anda menemukan atau menyaksikan seorang dewasa jatuh pinsang, maka yang Anda bisa lakukan adalah:

1. Pastikan korban, orang disekitar, dan Anda aman.

2. Periksa korban dengan cara guncangkan bahunya dan teriak memanggil, “Apa Bapak/Ibu sadar?”

3A. Bila Korban sadar:

  • Biarkan korban dalam posisi yang aman dan tidak dalam ancaman bahaya
  • Mencoba mencari tahu apa yang terjadi dan minta bantuan bila diperlukan
  • Periksa kembali korban  secara teratur

3B. Bila korban tidak sadar, tidak bernapas, atau bernapas tidak normal (terengah-engah):

  • Teriak minta bantuan
  • Telepon ambulance (119 untuk Jakarta) atau bantuan medis terdekat. Saat menelepon, Anda harus siap untuk memberikan informasi seperti: lokasi kejadian, apa yang terjadi, jumlah korban dan kondisinya, dan pertolongan apa yang sudah diberikan.

4. Melakukan kompresi/penekanan dada korban. Beberapa keterangan dan syarat kompresi dada:

  • Bila dilakukan dengan benar, kompresi dada akan membatu memberi aliran darah
  •  di dinding dada diantara kedua puting susu
  • Untuk penolong awam sangat ditekankan untuk kompresi cepat dan dalam.  kompresi dada yang baik dengan cara tekan dengan cepat (100kali/menit) dan dalam (±5cm) pada dinding dada, pastikan dada kembali mengembang sebelum kompresi berikutnya, dan lakukan terus menerus tanpa interupsi.
  • Anda dapat bergantian dengan penolong lain dalam melakukan kompresi dada. Pergantian dilakukan dengan cepat sehingga kompresi dada dapat terus dilakukan.

5. Lanjutkan BHD sampai:

  • Bantuan dari yang lebih ahli datang atau mengambil alih,
  • Sang korban mulai menunjukkan tanda-tanda kembali sadar, seperti: batuk, membuka mata, berbicara, bergerak, dan bernapas normal, ATAU
  • Anda kelelahan.

 

Referensi

1. Berg RA, Hemphill R, Abella BS, Aufderheide TP, Cave DM, Hazinski MF, Lerner EB, Rea TD, Sayre MR, Swor RA. Part 5: Adult basic life support: 2010 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care. Circulation. 2010;122(suppl 3):S685

2. Handley, A, Conlquhon M. Adult basic life support. Dalam: Nolan P. The resuscitation guideline 2010. Resuscitation council UK. Juni 2011.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *