Memindahkan Korban, Jangan Sampai Memperparah Cedera!

Oleh: Fahresa Hilmy (Anggota Tim Reaksi Cepat TBM FKUI)

Transportasi merupakan upaya pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan alat atau teknik tertentu untuk menghindari bahaya atau mencapai tempat dengan fasilitas memadai.Transportasi sering juga disebut dengan evakuasi.

Dalam melakukan transportasi kepada korban, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu keamanan korban dan penolong termasuk kemanan lingkungan korban dan lokasi kejadian; jenis transportasi yang akan digunakan; apakah dengan peralatan seperti tandu, scoop stretcher, long spine board , atau tanpa peralatan alias dengan menggunakan kekuatan manusia; dan kondisi medis korban.

Prinsip-prinsip transportasi adalah sebagai berikut:
1. Mempersiapkan pengetahuan mengenai kemampuan dan teknik transportasi dengan tepat
2. Memastikan leher pasien sudah terfiksasi
3. Memastikan seluruh badan pasien sudah terfiksasi oleh tali pengikat pada alat transportasi
4. Membuka kaki selebar bahu
5. Mengangkat korban dengan alat atau tanpa alat menggunakan kekuatan otot paha bukan otot punggung dan posisi punggung dalam keadaan tegak saat mengangkat
6. Mendekatkan korban sedekat mungkin dengan penolong
7. Melakukan reposisi dan memastikan pasien sudah dalam posisi yang aman
8. Saat perjalanan pemindahan tetap melakukan pengawasan kondisi medis pasien secara berkala

Transportasi yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsipnya dapat menperparah cedera yang dialami korban. Tidak hanya itu, teknik pengangkatan yang tidak mempertimbangkan kekuatan dan jumlah penolong dapat membahayakan penolong. Oleh karena itu, selalu perhatikan prinsip transportasi demi keselamatan korban dan penolong! (30/6)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *